Peter Fomenko,Si Tarzan Dalam Dunia Nyata

Budaya Home ilmu Kehidupan

Jika anda pernah menonton film tentang Tarzan,tentunya tokoh tersebut disebut fiksi atau hanyalah dongeng untuk anak-anak yang dibuat filmnya,namun jangan salah,ternyata di dunia nyata hal tersebut ada terjadi. Ya,dialah Michael Peter Fomenko traveler asal Australia yang satu ini bak cerita dalam film Tarzan.

Michael Peter Fomenko, menjauhkan diri dari kehidupan bamdar dan tinggal di hutan selama 60 tahun hingga mendapat nama sebagai Tarzan. Fomenko yang kini berusia 84 tahun kini bermukim di hutan Queensland, Australia dan sempat  menyusuri lautan dengan kano. Kisah  hidup Fomenko yang unik  membuat berbagai media tertarik untuk memberitakannya.

Mengikut cerita  Dailymail, Fomenko menpunyai seorang putra dan seorang Putri dengan isterinya dari Rusia Elizabeth Machabelli. Karana situasi di Georgia pada waktu itu  tidak aman, Fomenko dan keluarganya pindah ke Jepun pada akhir 1930-an.Namun karana Jepun juga terlibat dalam peperangan dengan China beberapa tahun kemudian,keluarga mereka kembali hijrah ke Sydney, Australia.

Merasa terasingkan karena masalah bahasa dan statusnya sebagai pengungsi, Fomenko mulai menjauhi dirinya dari dunia moden . Dia suka puisi terkenal The Odyssey dan terinspirasi untuk menyendiri di hutan seperti pertapa. Saat usianya 24 tahun, Fomenko pun akhirnya kabur dari rumah keluarganya di Sydney untuk tinggal di hutan Queensland. Meski awalnya sukar, namun lama-kelamaan Fomenko dapat sesuaikan diri dengan persekitaran hutan.

Ada yang mengatakan, dia  sangat kuat hingga mampu bertarung dengan  buaya serta binatang lainnya dengan tangan kosong. Fomenko bahkan dikatakan pernah mengarungi lautan seorang diri menggunakan kano hingga ke perairan Merauke di Indonesia. Walau tampak bebas dan menyenangkan, kehidupan Fomenko di alam liar tentu tak semudah yang dibayangkan.

Dia  pernah kelaparan di hutan hingga ditolong oleh Suku Aborigin. Pada tahun 1964, Fomenko juga pernah ditangkap polis disebabkan dianggap sebagai gelandangan dan tidak normal. Dia  dibawa ke rumah sakit jiwa. Setelah dibebaskan, Fomenko kembali tinggal di alam liar bersama Suku Aborigin hingga tahun 2012.

Sekarang dia ingin bertemu dengan keluarganya di Sydney. Fomenko yang dalam keadaan sakit, memaksa diri untuk berjalan kaki dari hutan Queensland ke Sydney. Beruntung, akhirnya Fomenko ditemui oleh seorang doktar yang merawat dan mengantarkannya ke hospital. Kini Fomenko di laporkan tidak lagi ke hutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *